Review Dilan 1990: Jangan Menilai Film dari Trailernya. Buktinya Film Ini Cukup Menghibur Kok

Diposting pada
Iqbal yang terlihat percaya diri memerankan Dilan hingga menuai banyak pujian. Tapi saya memiliki pandangan lain, terutama terkait para pemeran

para cast umumnya pendatang baru di dunia akting via www.hipwee.com

Banyak pujian yang disematkan kepada Iqbaal Dhiafakhri berkat aktingnya yang di luar ekpektasi penonton yang terlanjur meremehkan. Saya akui bahwa Iqbaal eks CJR yang memerankan Dilan ini terlihat sangat percaya diri dan totalitas meski nggak bisa dimungkiri wajah dan pembawaannya masih kurang rebel. Namun untungnya masih Iqbal, coba kalau Bastian? Terus Milea-nya Chelsea Islan. Ah ngaco, jangan sampai!

Meski begitu sejatinya film Dilan ini masih memiliki pekerjaan rumah, utamanya untuk akting dari tiap cast film Dilan yang belum cukup memuaskan. Bicara soal seni peran, kecantikan Vanesha atau kepercayaan diri dan totalitas Iqbaal rasanya belum cukup jika dimainkan tanpa kewajaran atau akting yang natural. Boleh jadi karena Iqbal dan cast lainnya adalah aktor pendatang baru dan masih muda. Pembaca budiman yang sudah menonton tentu sepaham dengan saya. Bukannya merendahkan, tapi saya mesti jujur karena itu bagian dari telaah saya.

Terlepas dari kekurangan yang ada, film ini layak ditonton untuk kids zaman now sebagai acuan bagaimana cara memperlakukan perempuan seharusnya

Minimal bisa merayu lah via wangihujan.blogspot.co.id

Kisah cinta SMA versi Dilan digambarkan secara unik dan fun, rasanya akan banyak remaja yang suka film ini. Pemain yang ganteng, cantik, serta kece tentu menyenangkan untuk dilihat. Namun bicara ihwal film sebagai karya seni, mestinya harus lebih dari sekadar manisnya kisah cinta saja. Jangan salah tafsir, saya nggak membenci film ini—justru saya suka karena menghibur. Tapi terus terang memang masih banyak aspek nggak tergarap seperti make up dan tone gambar yang kurang merepresentasikan tahun 90-an, dialog yang teramat tekstual, klimaksnya yang kurang dapet, dan sebagainya.

Di luar itu, meski tokoh Dilan ini adalah fiksi, namun sikapnya wajib diteladani laki-laki. Dilan wujud nyata dari kombinasi antara slogannakal boleh, bego jangan‘ dan ‘laki-laki sejati adalah yang menghormati perempuan‘ yang akan bisa membuat kaum hawa lumer berada dekatnya. Untung dulu Awkarin belum lahir, jadi Dilan selamat dari slogan ‘nakal tapi masih batas wajar karena tidak pakai narkoba.

Nah, buat kamu yang bermimpi menaklukan perempuan idamanmu, semoga berhasil dengan meniru Dilan. Kalau anak 90-an, sosok keren, macho, dan diidolai banyak cewek (badboy), tentu Mas Boy jawabannya. Sementara anak 2000-an rujukan model lelaki kerennya adalah Rangga yang jago bikin puisi. Sekarang relatif lebih mudah, Dilan telah membuktikan kalau nggak sanggup bikin puisi mending bikin rayuan romantis, niscaya para perempuan akan tersenyum manis. Dan jangan bersedih kalau masih gagal, kutipan cintamu  bisa dijadikan caption Instagram, lumayan nambah konten, nambah like, nambah follower.

Advertisement

Sumber: Hipwee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *