Review Dilan 1990: Jangan Menilai Film dari Trailernya. Buktinya Film Ini Cukup Menghibur Kok

Diposting pada

Review Dilan 1990: Jangan Menilai Film dari Trailernya. Buktinya Film Ini Cukup Menghibur Kok

Dilan 1990

Review film Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Dalam timeline media sosial saat ini, kamu tentu pernah menjumpai dalam unggahan kenalan, teman, atau bahkan mantan yang meninggalkanmu saat masih sayang, berisi tentang kutipan-kutipan dari para tokoh. Meski terkadang nggak nyambung antara foto dengan caption, tapi barangkali sekarang mengunggah konten media sosial tanpa menyertakan kutipan tokoh kondang rasanya kurang lengkap laiknya Hotman Paris tanpa kontroversi. Eh, iya, nggak sih?

Sayangnya—supaya dianggap berwawasan luas atau apa—biasanya tokoh yang dikutip adalah tokoh-tokoh barat. Padahal, kan, kokoh tionghoa dalam iklan Maspion saja sudah menganjurkan untuk mencintai ploduk-ploduk Endonesia, tapi nyatanya masih saja ada yang merasa malu mengidolai tokoh dalam negeri. Untungnya semuanya berubah semenjak film Dilan rilis di bioskop 25 Januari lalu. Seketika semua orang percaya diri mengunggah kutipan-kutipan magis nan romantis tokoh fiksi rekaan Pidi Baiq ini.

Advertisement

“Jangan rindu, berat. Kau nggak akan kuat. Biar aku saja”

Meski banyak yang pesimis akibat trailernya yang katanya wagu, namun mbok ya jangan skeptis dulu. Don’t judge a film by its trailer. Tapi kalau masih ragu untuk menonton, nih ada baiknya kamu simak dulu ulasan dari Hipwee.

(SPOILER ALERT)

Sebagai orang yang telah membaca novelnya, saya cukup terhibur dengan filmnya. Boleh dibilang film Dilan ini nggak seburuk yang disuguhkan dalam trailer

Vanesha dan Iqbal via twitter.com

Sama seperti novelnya, film dibuka oleh Milea (Vanesha Priscilla) menceritakan kisah asmaranya dengan seorang laki-laki. Bermula  ketika Ia berjalan menuju sekolah, tiba-tiba ada orang asing berkendara motor di sebelahnya; sok akrab dengan meramal akan bertemu di kantin. Ya, orang itu adalah Dilan. Setelah itu keseharian Milea di sekolah barunya dipenuhi dengan kejutan-kejutan aneh tapi berkesan dari lelaki peramal itu.

Advertisement

Cerita Dilan dalam novel yang menarik cukup apik dialihwahanakan oleh Fajar Bustami bersama Pidi Baiq selaku sutradara. Plot cerita, penataan adegan, serta pengambilan gambar yang lumayan terbukti sanggup membuat penonton menikmati jalannya cerita. Selain rayuan gombal Dilan (Iqbaal Dhiafakhri) yang membuat cewek-cewek di studio mesam-mesem sendiri, beberapa selipan unsur komedi mampu membuat para cowok-cowok cekikan. Rupanya sang sutradara paham betul bahwa cerita Dilan ini nggak menarik jika hanya mengeksploitasi karakter ikonik Dilan yang romantis atau Milea yang manis.

Penataan adegan dan pengambilan gambar yang sangat mewakili imajinasi saya sebagai pembaca novel. Namun karena itu juga saya merasa bosan di tengah cerita

Banyak adegan keren via www.youtube.com

Saya akui pengambilan gambar dan pemilihan adegan film Dilan boleh dibilang cukup baik, terlebih dengan kejutan adegan baku hantam dan tawuran yang digambarkan secara matang. Imajinasi saya ketika membaca novel sedikit terbawa ketika di awal film. Namun entah mengapa lama-kelamaan saya merasa jemu dengan ceritanya, barangkali hal ini disebabkan oleh keengganan sang sutradara untuk sedikit ‘liar’ dari cerita aslinya.

Dilan memang film adaptasi dari novel, tapi sejatinya nggak harus sama persis juga. Bagaimana pun juga dengan medium (novel ke film) yang berbeda, mengutak-atik cerita, karakter, adegan, dan sebagainya, sah-sah saja dilakukan dengan dalih membuat cerita lebih menarik. Contohnya film adaptasi dari novel seperti 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta (2010) atau Perahu Kertas (2012), banyak pembaruan yang disesuaikan pada kedua film tersebut—utamanya terkait plot cerita. Dalam kasus Dilan, baik cerita, plot adegan, karakter tokohnya sama plek dengan novelnya. Hal tersebut diperparah dengan alurnya yang juga ikut dibuat linier, alhasil di tengah film saya sudah merasa bosan karena minim kejutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *