Jangan Nekat ke Luar Angkasa Tanpa Baju Astronot Kalau Nggak Mau Alami 6+ Hal Mengerikan Ini

Diposting pada

Jangan Nekat ke Luar Angkasa Tanpa Baju Astronot Kalau Nggak Mau Alami 6+ Hal Mengerikan Ini

Reaksi tubuh saat ke luar angkasa tanpa baju astronot

Buat kamu penyuka film science fiction (Sci-Fi) yang berlatar luar angkasa, tentu nggak asing lagi dengan baju astronot berwarna putih atau oranye, yang lengkap dengan helm kacanya itu. Kostum wajib yang selalu dikenakan astronot saat berada di luar angkasa itu ternyata berbobot kurang lebih 127 kilogram lho. Ini karena banyak sekali material atau perlengkapan yang “ditanam” di sana demi keselamatan si astronot selama berada di luar bumi.

Bahan pembuatnya juga nggak sembarangan. Bagian luar kostum itu terbuat dari bahan bernama aluminized mylar, teflon, kevl ar dan nomex, yang berfungsi sebagai penyekat panas dan pelindung dari meteoroid. Bagian lain ada juga yang dilapisi dracon, berguna untuk menyimpan oksigen dalam pakaian. Sedangkan bagian dalam sengaja dibuat sejuk dengan bahan bernama tricot dan spandex.

Melihat begitu kompleksnya baju astronot, pernahkah kalian bayangkan gimana reaksi tubuh saat mereka nggak memakai kostum wajib itu saat berada di luar angkasa? Meski bisa bertahan hanya selama beberapa detik saja, tapi efek setelah fix bikin ngeri sih. Penasaran? Simak ulasan Hipwee News & Feature berikut ini.

1. Suhu ekstrem yang bisa mencapai -270 derajat celcius akan membuat tubuhmu membeku

Suhu super dingin bisa bikin tubuh membeku via hellosehat.com

Lain halnya dengan di bumi. Di luar angkasa kamu bisa saja berada di suhu ekstrem. Saat tak terpapar cahaya matahari, suhu di sana bisa mencapai -270 derajat celcius! Bayangkan jika tak ada baju pelindung, tubuhmu akan membeku perlahan. Menurut Paul Sutter, seorang astrofisikawan di Ohio State University, seperti dilansir Kompas, tanpa ada senyawa apapun di ruang angkasa yang bisa menarik panas tubuh, kamu akan perlahan-lahan kehilangan panas yang diradiasikan oleh tubuh.

2. Selain bisa membeku, paparan sinar matahari langsung tanpa lapisan ozon juga bisa membuatmu diserang kanker kulit atau bahkan membuat tubuhmu terbakar

Advertisement

Terpapar matahari langsung juga bisa membakarmu perlahan via sains.kompas.com

Bumi kita punya lapisan ozon yang bisa melindungi dari sinar UV. Itupun terkadang kita masih diharuskan pakai tabir surya. Luar angkasa tak punya lapisan ozon. Paparan sinar matahari langsung ini akan membuat kulitmu terbakar. Retina matamu juga berpotensi rusak jika melihat langsung matahari. Sekalipun masih hidup, kemungkinan besar kamu akan terserang kanker kulit.

3. Tekanan udara nol di ruang angkasa akan membuat 70% air dalam tubuhmu berubah menjadi uap air. Ini bisa menyebabkan kamu menggembung layaknya balon

Bisa menggembung! via jadiberita.com

Saat berada di tengah udara dingin, normalnya tubuh akan memproduksi arus konveksi yang akan menarik panas dalam tubuh. Tapi karena di ruang hampa tekanannya nol, tubuhmu akan kehilangan fungsi ini. Akibatnya 70% air yang terkandung dalam tubuh akan berubah menjadi uap. Begitu juga dengan nitrogen yang larut dalam aliran darah dekat permukaan kulit, dimana akan berkumpul menjadi gelembung-gelembung kecil dan semakin meluas. Kondisi ‘pembengkakkan’ ini disebut ebullism. Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba tubuhmu menjadi dua kali lipat dari ukuran normal.

Advertisement

4. Tekanan udara nol juga bisa menyebabkan tubuhmu membiru karena kekurangan suplai oksigen ke otak. Organ-organ lain juga akan berhenti bekerja perlahan

Kekurangan oksigen bikin kamu tercekik dan membiru via hellosehat.com

Di ruang hampa, kamu jelas akan kekurangan oksigen dalam tubuh. Kondisi ini disebut hipoksia. Tanpa adanya suplai oksigen ke otot dan organ-organ vital lain, sistem kardiovaskularmu nggak akan bekerja. Kelaparan oksigen akan membuatmu tercekik dan perlahan wajah dan tubuhmu akan membiru. Selanjutnya tubuhmu akan lemas kemudian pingsan. Jika itu terjadi, tubuhmu punya waktu setidaknya 10-15 detik untuk bisa diselamatkan agar kondisimu bisa kembali seperti semula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *