Langkah Terbaru Papa Setnov yang Harus Kamu Tahu, Kini Ia Mengajukan Diri Jadi Justice Collaborator

Diposting pada

Langkah Terbaru Papa Setnov yang Harus Kamu Tahu, Kini Ia Mengajukan Diri Jadi Justice Collaborator


Masih jelas tergambar di benak kita bagaimana ruwetnya drama politik yang diperankan Setya Novanto untuk menghindari proses pengadilan kasus korupsi e-KTP. Saking sulitnya menghadirkan ‘Papa’ Setnov di depan hakim maupun penyidik KPK, warganet sampai beramai-ramai membuat berbagai meme dan guyonan untuk melampiaskan kekesalan dan rasa frustasi mereka. Setelah melibatkan tiang listrik yang kini terkenal dan benjolan kepala yang dulu rumornya sebesar bakpao, mantan ketua DPR ini baru akhirnya berhasil diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Sembari menunggu proses peradilan yang tentunya kita harapkan berlangsung seadil-adilnya, ada update terbaru yang harus kamu tahu nih dari kasus ini. Pertama adalah kabar penetapan status tersangka untuk mantan pengacara Setnov, Fredrich Yunadi, dan dokter dari RS Medika Pertama Hijau yang dinilai menghalangi-halangi proses penyelidikan. Kedua, kabar bahwa Setnov ternyata mengajukan diri menjadi justice collaborator (JC) dalam kasus korupsi e-KTP ini.

Kok mirip-mirip sama ‘justice league‘ ya?! Apa sih justice collaborator itu dan kira-kira bagaimana efeknya ya sama proses pengadilan yang sedang berlangsung?! Yuk simak info selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Justice Collaborator (JC) jelas beda sama Justice League. Sederhananya, JC itu pelaku yang bersedia bersaksi membeberkan pelaku lain dan membantu pengadilan mengungkap kasus

Beda jauh sama geng superhero yang kompak, Setnov bakal membeberkan komplotannya berkorupsi via www.hipwee.com

Meski namanya mirip dengan geng superhero dari komik DC, ‘justice collaborator’ mungkin justru lebih dekat dengan peran antagonis yang tertangkap dan akhirnya memilih bekerja sama dengan protagonis untuk bersama-sama mengungkap kasus kejahatan. Dalam konteks peradilan Indonesia, Justice Collaborator (JC) juga dikenal dengan istilah ‘saksi pelaku yang bekerjasama’. JC nantinya diharapkan dapat membantu penyelidikan pihak berwenang dengan membeberkan pelaku-pelaku lain yang juga terlibat tetapi belum tertangkap.

Bukan karena berbaik hati, JC yang berhasil membantu proses peradilan memang biasanya diberi keringanan hukum. Makanya banyak yang khawatir kalau ini adalah siasat terbaru Setnov mengelabui sistem hukum Indonesia

Advertisement

Salah satu contoh JC yang terkenal di Indonesia via Tribunnews.com

Tentu saja kerja sama antara tersangka dan penegak hukum tersebut tidak berdasarkan suka rela atau kebaikan hati tersangka, tetapi adanya kompensasi keringanan hukum. Sebagaimana dilansir Kompas, jika seorang Justice Collaborator terbukti efektif membantu proses penyelidikan dan pengadilan maka hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup sekalipun, dapat dikurangi. Nah mungkin harapan untuk memotong hukuman inilah yang melatarbelakangi langkah Setya Novanto untuk mengajukan diri menjadi JC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *