Penjelasan Ilmiah bahwa Cinta Itu Memang Buta, Jangan Heran Kamu Bisa Tergila-gila dengan Dia

Diposting pada

Nah kombinasi antara serotonin dan dopamin yang berlebihan ditambah sisi kewaspadaan yang tidur panjang, jadilah konsep yang kita kenal sekarang. Cinta itu buta, karena bisanya melihat yang ‘indah-indah’ saja. Fakta menarik lainnya adalah, konsep ‘buta’ ini tak hanya untuk cinta yang sifatnya eros alias antara pasangan, melainkan juga tentang cinta ibu kepada anaknya yang sepanjang masa.

Sensai seperti sihir dalam otak ini bisa berhenti bekerja saat hubungan mulai diwarnai gejolak. Saat luka, marah, dan cemburu datang, mata kembali terbuka

Setelah reaksi kimia berkurang, pikiran lebih terbuka via www.topromp.com

Ketika di tengah jalan, riak-riak kecil hubungan mulai berdatangan, saat itu perlahan-lahan sensasi sihir di otak yang membuat segalanya indah akhirnya mulai pudar. Kadar hormon kebahagiaan mulai berkurang, sehingga kamu mampu merasakan marah, sedih, cemas, sedih, dan emosi negatif lainnya. Terhentinya ‘magic-making’ di otak, sekaligus membuat matamu terbuka. Sehingga kelak ketika kamu mengakhiri hubungan dan melakukan refleksi atasnya, kamu akan berpikir: ‘Kok bisa sih aku nggak bisa baca tanda-tandanya sejak dulu?’. Dan ujung-ujungnya kamu akan berpikir ‘Kok bisa sih aku dulu cinta sama dia?’. Yah, begitulah cinta dengan segala misterinya.

Namun ada yang bilang ini bukanlah akhir dari cinta, melainkan justru awal dari cinta yang sesungguhnya. Ketika relasi baru yang tidak melulu didominasi oleh pikiran yang buta, kamu dan dia bisa menghubungkan kembali dua hati yang sempat renggang. Dari situ lah cinta yang lebih mampu dinalar bisa kamu rasakan.

Wah, ternyata benar ya cinta bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Yah, terserah sih percaya atau tidak. Karena bagi sebagian orang, cinta adalah sesuatu yang sangat agung sehingga perlu dipertahankan sisi tak-terjelaskannya. Tapi namanya cinta, tetaplah cinta. Meski sudah diteliti dan dijelaskan dengan berbagai teori, seperti kata Kahlil Gibran, tetap saja cinta adalah misteri.

Sumber: Hipwee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *