5 Hal tentang Kematian yang Tak Pernah Disampaikan oleh Doktermu

Diposting pada

Advertisement

Mati biologis sendiri berarti kematian sel. Terjadi karena terganggunya pasokan oksigen dan zat makanan ke sel-sel yang menyusun jaringan tersebut. Kalau seseorang sudah dinyatakan mati biologis, itu artinya sudah tak bisa dipulihkan lagi. Pada manusia, kematian biologis paling cepat terjadi pada sel otak, yaitu berkisar 8-10 menit setelah henti jantung. Otak bisa kamu pahami sebagai pusat pengatur kegiatan seluruh tubuh manusia, kalau sudah mati, akan berakibat fatal pada bagian tubuh lainnya.

‘Pendengaran’ merupakan organ tubuh yang luar biasa. Inilah organ tubuh terakhir manusia yang akan berfungsi jelang kematian

Sampai momen terakhir, manusia bisa mendengar via www.medmalfirm.com

Tak hanya organ tubuh pertama yang bekerja ketika manusia dihidupkan, tapi pendengaran juga organ tubuh terakhir yang berfungsi jelang kematian. Ketika seorang bayi lahir ke dunia, dia akan langsung bisa mendengar. Berbeda dengan mata yang baru bisa berfungsi setelah kurang lebih 40 hari pasca kelahirannya. Sedangkan jelang seseorang meninggal dunia, umumnya pasti akan dibisikkan doa-doa di telinganya, sebab memang itulah satu-satunya organ yang masih aktif bekerja walau mata tak bisa melihat dan bibir tak sanggup berkata-kata.

Asal kamu tahu, dulu sebelum mesin ventilator ditemukan, mendefinisikan kematian tidak sesulit sekarang. llmu kedokteran modern telah memungkinkan dokter memanipulasi tubuh seseorang

Ketika seseorang dipaksa bertahan dengan mesin ventilator via www.somnotec.net

Mesin ventilator sendiri mrupakan suatu mesin yang berguna membantu pernafasan. Dulu, ketika jantung berhenti berdetak, maka tak lama kemudian seseorang akan mati. Sekarang sudah berbeda lagi, akan banyak kamu temui pasien yang otaknya sudah mati tetapi jantungnya masih tetap berdenyut. Ilmu kedokteran modern telah memungkinkan dokter memanipulasi tubuh sehingga fungsi-fungsi vital pasien tetap berfungsi selama beberapa minggu bahkan dalam hitungan bulan. Akibatnya, konsep kematian konvensional yang beranggapan bahwa mati adalah berhentinya fungsi pernapasan dan fungsi jantung kini tidak memadai lagi.

Kalau ada seorang pasien terlihat seperti tidur nyenyak, masih teraba hangat, seperti sedang bernapas (dengan bantuan ventilator), jantungnya masih berdetak, dan layar pemantau kondisi pasien masih terbaca tekanan darahnya. Namun demikian dia dinyatakan sudah mati, apa hal ini cukup memungkinkan? Penghentian perawatan akan disarankan dokter kepada pihak keluarga kalau pasien diketahui telah mengalami kematian otak. Dilema, tapi inilah yang terjadi dalam ilmu kedokteran masa kini.

Sumber: Hipwee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *