Ingin Adopsi Bayi Terlantar, Niat Mulia Polwan Ini Terganjal Agama

Diposting pada

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) angkat bicara. Pihaknya menyarankan Ida untuk menempuh cara lain

Anak-anak di panti asuhan via batam.tribunnews.com

Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI Reza Indragiri Amriel mengatakan, ketulusan hati polwan Ida patut mendapat apresiasi. Tapi aturan tetaplah aturan. Apalagi status Ida adalah abdi negara yang mana harus benar-benar menaati peraturan. Lebih lanjut, Reza menganjurkan, jika memang polwan Ida berniat untuk mengadopsi anak, lebih baik datang langsung ke panti asuhan yang menganut agama sama dengannya. Jika ada anak yatim yang bisa diadopsi, tinggal mengikuti prosedur yang ada. Namun solusi seperti itu kayaknya kurang bisa menyelesaikan permasalahan polwan Ida yang sudah terlanjur punya ikatan batin dengan bayi malang tersebut. Menurutmu gimana guys?

Umumnya prosedur adopsi di Indonesia memang terbilang susah secara hukum

Bayi adopsi via citizen6.liputan6.com

Adopsi di Indonesia sebenarnya bukan hal yang baru. Tapi kebanyakan proses adopsi belum dilakukan secara ilegal. Sebagian mengadopsi anak dari keluarga mereka sendiri, sebagian yang lain hanya mengurus sampai notaris. Padahal proses itu belum bisa dibilang legal. Supaya diakui negara, para calon orang tua asuh harus mengurusnya ke pengadilan, karena memang tak boleh sembarang orang yang boleh adopsi.

Beberapa syaratnya misal calon ortu harus berusia antara 25-45 tahun, usia perkawinan harus 5 tahun, dan menyerahkan dokumen berupa keterangan tidak memungkinkan mempunyai anak kandung dari dokter ahli, tidak mempunyai anak, mempunyai satu anak kandung, atau cuma punya satu orang anak angkat tapi tidak punya anak kandung. Belum lagi pasangan itu harus berada dalam kondisi perekonomian yang mapan.

Persyaratan tersebut memang perlu sih, mengingat kan mayoritas perekonomian orang Indonesia ada di kalangan menengah ke bawah. Kalau nggak bisa buktikan kalau kehidupannya terjamin, bagaimana hakim bisa percaya mereka akan mampu mengasuh anak orang?

Sumber: Hipwee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *