Ingin Adopsi Bayi Terlantar, Niat Mulia Polwan Ini Terganjal Agama

Diposting pada

Ingin Adopsi Bayi Terlantar, Niat Mulia Polwan Ini Terganjal Agama

Adopsi Terganjal Agama

Bagi sebagian besar orang Indonesia, adopsi mungkin hanya sebatas apa yang kita dengar di tv. Dari artis-artis luar yang sering mengadopsi anak seperti Angelina Jolie dan Brad Pitt, sampai kisah mengharukan Vena Melinda yang akhirnya berhasil mengadopsi bayi Vania. Cuma sebatas apa yang didengar, tapi praktik nyatanya ternyata masih jarang diketahui atau sengaja tidak dibicarakan. Kini salah satu realita yang ternyata cukup pahit terkait adopsi di Indonesia, terkuak melalui cerita sedih seorang polisi wanita atau polwan di Binjai, Sumatera Utara.

Dilansir dari JawaPos, polwan yang melalui keterangan di seragamnya bernama R. Ida. N., gagal mengadopsi seorang bayi yang ditemukannya sendiri di dalam kardus yang tergeletak di parit. Alasannya? Ternyata ada peraturan agama mayoritas dalam adopsi, yaitu bayi hanya bisa diadopsi oleh orang beragama mayoritas. Sedangkan polwan tersebut diketahui memeluk agama minoritas di daerah tersebut. Apa memang sebegitu sulitnya proses adopsi di Indonesia, sampai-sampai keinginan mulia polwan tersebut sulit sekali diwujudkan? Simak deh ulasan Hipwee News & Feature berikut ini!

Seorang polwan di Binjai, Sumatera Utara, mengalami pengalaman sedih dalam hidupnya. Ia tak diizinkan adopsi bayi karena agamanya minoritas

Polwan R. Ida N. bersama bayi yang ditemukannya via www.tribunnews.com

Masih dikutip dari Jawa Pos, seorang bayi mungil ditemukan di parit dalam keadaan hampir meninggal. Ia dikabarkan kedinginan karena hanya dilindungi oleh kardus. Beruntung, bayi tersebut ditemukan oleh seorang polwan bernama R. Ida N. Simpatik terhadap kondisi bayi, Ida memutuskan untuk mengadopsi dan merawat bayi malang tersebut. Namun keinginannya harus pupus lantaran terhalang oleh agamanya. Seperti diketahui, Ida adalah penganut agama minoritas di daerah tersebut.

Pemerintah setempat bukan tanpa alasan melarang hal tersebut. Ini memang berdasarkan peraturan pemerintah soal adopsi anak

Artis Venna Melinda yang juga baru saja adopsi bayi via wartakota.tribunnews.com

Advertisement

Meski tampaknya cenderung tidak adil, tapi pelarangan tersebut bukan tanpa alasan. Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2007 memang mengatur tentang pelaksanaan pengangkatan anak di Indonesia. Dalam pasal 3 disebutkan bahwa calon orang tua asuh yang harus seagama dengan calon anak angkat. Kalau asal usul anak tidak diketahui, maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat.

(1) Calon orang tua angkat harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat.

(2) Dalam hal asal usul anak tidak diketahui, maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat.

Dalam kasus di Binjai, mayoritas agamanya adalah Islam. Sedangkan polwan Ida beragama Kristen. Bayi tersebut akhirnya diserahkan ke panti asuhan di Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *