Busana Adat Koto Gadang dengan Segala Magisnya. Nggak Heran Bella Mengenakannya di Hari Bahagia

Diposting pada

Baju kurung ini biasanya sengaja dibuat longgar, panjang dan nggak transparan sehingga menutupi bentuk tubuh. Baju kurung ini juga ternyata menyimpan makna yang baik bagi pemakainya. Bahwa sebagai calon ibu rumah tangga, ia terkurung dan dibatasi oleh aturan yang sesuai dengan adat Minangkabau dan juga ajaran agama Islam. Sehingga harus pintar menjaga diri dan nama baik keluarganya.

Salah satu keunikan busana adat pengantin Koto Gadang terletak pada tutup kepala mempelai wanita berupa selendang beludru sulam emas yang disebut tengkuluk talakuang

Penutup kepala khas via hipwee.com

Tanpa menggunakan suntiang yang biasa dikenakan pengantin pesisir Minangkabau, mempelai wanita Koto Gadang tetap terlihat cantik dengan kerudung penutup kepala berupa tengkuluk talakuang. Bahannya yang terbuat dari kain beludru berhias ornamen keemasan terlihat sangat selaras dengan busana yang dikenakan sehingga kerap menjadi pusat perhatian.

Aksesorinya sendiri berupa perhiasan kalung bertumpuk di dada mulai dari kalung cakiek, kalung dukuah, kalung keroncong hingga kalung dirham. Sementara gelang garobah ukuran besar dan gelang-gelang kecil seperti gelang rantai emas, gelang marjan, gelang pilin kepala bunting hingga gelang kareh emas, indah menghiasi pergelangan tangan. Lentiknya jari-jemari pun tak luput dari kilau keemasan dengan kehadiran barisan cincin mato berlian, cincin mato tujuh, cincin mato lima, cincin belah rotan dan cincin kankuang. Kehadiran aksesori-aksesori ini semakin menambah kemegahan busana adat pengantin Koto Gadang.

Sedangkan mempelai pria mengenakan baju gadang yang berbahan beludru, celana panjang longgar, serta hiasan penutup kepala

Baju gadang via hipwee.com

Mempelai pria atau marapulai mengenakan baju gadang atau baju roky dari bahan beludru berwarna senada dengan baju kuruang yang dikenakan anak daro. Sedang bawahannya memakai celana panjang longgar dari bahan dan warna yang sama sebagai padanan. Kemudian kain balapak yang disampirkan pada pundak, disempurnakan dengan kain samping yang dililitkan di pinggang, serta sebilah keris yang disematkan. Hiasan penutup kepala yang dikenakan berupa saluak marapulai dari kain songket berwarna serta alas kaki semacam sandal terompah dari bahan kulit. Busana seperti ini biasanya dikenakan mempelai pria Koto Gadang untuk upacara akad nikah.

Busana adat Koto Gadang ini selain cantik dan megah, juga menyimpan begitu banyak keunikan tradisi yang menarik untuk diketahui, bukan? Busananya yang biasa dibuat longgar dan nggak transparan mulai dari leher hingga ke mata kaki dan dihiasi dengan tutup kepala ini terkesan tertutup dan sopan. Itulah kenapa busana adat Koto Gadang ini sangat cocok untuk dikenakan wanita Muslim yang berhijab tanpa harus menghilangkan unsur budaya aslinya. Hal ini jugalah yang nampak pada Bella dalam foto prewedding-nya yang menuai banyak pujian karena kecantikan dan kemegahannya. Magis!

Sumber: Hipwee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *