7 Kebiasaan Orangtua yang “Terlalu Bersih” Ini Justru Bikin Anak Jadi Mudah Sakit, Pelajari Yuk Sebab Musababnya

Diposting pada

5. Terlalu mengandalkan produk seperti tisu basah atau gel antiseptik selagi masih bisa mencuci tangan

Biasakan cuci tangan sudah cukup via myhealthytennessee.com

Produk antibakteri seperti tisu basah dan gel antiseptik memang menggiurkan dalam promosinya memberantas bakteri dengan instan. Padahal, semakin sering kamu menggunakannya, maka akan semakin memperlemah pertahanan terhadap bakteri. Begitupun jika diterapkan pada anak-anakmu. Mencuci tangan dengan sabun lebih disarankan, apalagi jika memang memungkinkan. Kebiasaan mencuci tangan akan selalu diingat anak dan akan ia terapkan juga di kemudian hari. Gunakan tisu basah atau gel antiseptik saat sedang bepergian dan nggak menemukan air bersih di sana.

6. Melarang anak bermain tanah, air atau berinteraksi dengan binatang. Selain menghambat perkembangan otaknya, kamu juga berpotensi membuat anak mudah sakit

Asal tetap diawasi via www.pluska.sk

Membiarkan anak bermain tanah, air atau berinteraksi dengan binatang (kecuali binatang liar yang memang nggak tahu dari mana asal-usulnya) akan membuat tubuhnya mengenal berbagai kuman, virus, atau bakteri, juga meningkatkan perkembangan otaknya. Dari pengenalan itulah tubuh akhirnya mampu menghasilkan antibodi untuk melawan kuman, virus, atau bakteri tersebut. Dengan demikian anak nggak akan mudah sakit. Hal ini berbeda dengan anak yang selalu dijaga terus. Namun perlu diingat sebagai orangtua, kamu tetap perlu memberikan rambu-rambu sampai sejauh mana anak boleh bermain.

7. Lebih mengandalkan Air Conditioner (AC) ketimbang udara segar di dalam ruangan

Udara segar lebih baik via www.health.com

Beberapa rumah memiliki fasilitas AC di kamar tidur anak atau bahkan di seluruh ruangan yang membuat udara luar nggak masuk ke dalam rumah. Sekilas memang membuat ruangan tampak steril dari debu maupun angin dari luar. Padahal, menutup ruangan rapat-rapat akan membuat anak rentan terpapar udara bebas. Apalagi jika anak terus-terusan beraktivitas di dalam ruangan dan jarang berinteraksi dengan lingkungan terbuka. Upayakan selalu ada sinar matahari yang masuk ke dalam rumah dengan terbukanya jendela dan ventilasi yang baik, khususnya di pagi hari.

Memang, merawat anak nggak disarankan untuk coba-coba, tapi juga jangan terlampau waspada yang berlebihan juga. Prosedur kebersihan yang wajar akan cukup untuk menjaga kesehatannya. Asal sudah rutin mandi, sikat gigi, ganti baju maupun celana dalam setiap hari, dan bebersih rumah seperlunya dapat membantu sistem imun tubuh anak beradaptasi dengan banyak kondisi. Karena bersih nggak selamanya baik, dan kotor nggak selalu berarti penyakit.

Sumber: Hipwee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *