7 Kebiasaan Orangtua yang “Terlalu Bersih” Ini Justru Bikin Anak Jadi Mudah Sakit, Pelajari Yuk Sebab Musababnya

Diposting pada

7 Kebiasaan Orangtua yang “Terlalu Bersih” Ini Justru Bikin Anak Jadi Mudah Sakit, Pelajari Yuk Sebab Musababnya

Kebiasaan yang bikin anak gampang sakit

Menjadi orangtua memang nggak mudah. Perlu ketelatenan dan kesabaran untuk mengurus anak agar tumbuh sesuai harapan. Apapun dilakukan demi menjaga kesehatan anaknya. Mulai dari membuat aturan-aturan khusus hingga mengupayakan agar anaknya terkondisi selalu bersih setiap saat.

Nggak ada salahnya memang, toh orangtua juga punya caranya masing-masing untuk mengurus dan membesarkan anaknya. Namun, beberapa kebiasaan ini kerap kali dilakukan orangtua, baik sengaja maupun nggak, yang justru membuat anak jadi ringkih dan mudah sakit. Dilansir dari Reader’s Digest, berikut Hipwee Wedding informasikan beberapa poinnya khusus buatmu, calon ayah dan ibu.

1. Memperlakukan lingkungan rumah layaknya rumah sakit, yang selalu dijaga kebersihan dan higienitasnya setiap hari

Jangan samakan rumah tinggal dengan rumah sakit via www.womansday.com

Bukan berarti kemudian kamu sebagai orangtua lantas nggak pernah membersihkan rumah dan lingkungan sekitarnya juga. Standar kebersihan yang ada di rumah tinggal dengan di rumah sakit tentu saja berbeda. Rumah sakit memiliki standar kebersihan dan higienitas yang lebih tinggi ketimbang rumah tinggal untuk mencegah memburuknya kondisi pasien karena daya tahan tubuhnya yang berbeda dengan orang sehat lainnya. Juga sebagai salah satu upaya untuk menghidari menularnya penyakit pada pekerja rumah sakit maupun para penjenguk.

Rumah yang terlalu bersih akan membuat anak jadi kurang pengalaman untuk bersentuhan dengan berbagai bakteri maupun virus yang sering jadi penyebab anak gampang sakit. Anak perlu dilatih untuk menghadapi bakteri maupun virus agar daya tahan tubuhnya lebih kebal terhadap penyakit.

2. Terlalu banyak mengaplikasikan sabun antibakteri saat memandikan anak juga nggak baik lho!

Advertisement

Terlalu banyak pakai sabun antiseptik via www.auntlaya.com

Memberikan banyak sabun antibakteri dengan menggosoknya agar kulit anak benar-benar bersih dan kesat seolah membuat anak jadi lebih bersih. Nyatanya, hal itu justru akan membuat kulitnya kering, karena kebanyakan sabun antibakteri memiliki kandungan triclosan yang menyebabkan masalah kulit jika digunakan berlebihan. Dan yang paling penting, pertahanan tubuh anak terhadap bakteri jadi makin lemah. Anak hanya butuh disabuni sekali dengan basuhan air secukupnya untuk menghilangkan kotoran di kulitnya.

3. Terlalu khawatir dengan kebersihan dot, empeng, mainan maupun teether anak yang jatuh ke lantai

Nggak perlu terlalu khawatir via www.youtube.com

Beberapa orangtua merasa sangat khawatir saat dot, empeng, mainan maupun teether anak jatuh ke lantai. Nggak jarang jika mereka langsung membersihkannya dengan air hangat untuk membuatnya kembali steril. Bahkan ada juga yang menggunakan sabun khusus untuk membersihkan peralatan bayi untuk dan merasa terjamin dengan ini. Nggak ada salahnya memang, namun terlalu sering mencuci peralatan anak tiap kali jatuh ke lantai juga berdampak negatif, apalagi jika setiap hari. Anak akan menjadi rentan terhadap kuman dan bakteri di sekitarnya.

4. Takut menerapkan prinsip ‘belum lima menit’ pada anak, terutama saat ia tengah mengonsumsi makanan

Belum lima menit via www.parents.com

Tradisi zaman dulu di mana saat makanan jatuh langsung diambil kembali dan dimakan lagi itu nggak sepenuhnya keliru. Kuman dan bakteri butuh beberapa waktu untuk bisa benar-benar menempel pada makanan. Saat makanan anak jatuh ke lantai dan ia memungutnya kembali, kamu nggak perlu panik dan buru-buru memaksanya untuk membuang makanannya. Kecuali, makanan tersebut jatuh dan mengenai sesuatu yang sifatnya benar-benar kotor, busuk, atau berbahaya. Lagi-lagi, hal ini dimaksudkan untuk membuat daya tahan tubuh anak lebih rentan terhadap kuman dan bakteri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *