8 Kebiasaan Buruk Orang Tua yang Nggak Disadari Mengurangi Kreativitas Anak. Calon Orang Tua Harus Tahu

Diposting pada

8 Kebiasaan Buruk Orang Tua yang Nggak Disadari Mengurangi Kreativitas Anak. Calon Orang Tua Harus Tahu

Anaknya lucu~

Punya anak di zaman sekarang ini tantangannya sama sekali nggak sederhana. Nggak bisa dipungkiri, era 90-an sudah lewat dan anak-anak generasi sesudah kita nggak bisa hanya bermain dengan deretan kartun atau gimbot. Mereka lebih akrab dengan dunia gadget, informasi, media sosial, dan fasilitas lain yang memanjakan hidup.

Efek dari ‘memanjakan’ anak dengan teknologi tentunya punya sisi negatif yang tidak bisa diabaikan. Misalnya anak menjadi acuh dan kurang peka terhadap sosialnya. Nggak jarang ibu-ibu mengeluhkan anaknya jadi apatis dengan suasana sekitar. Bahkan ketika diajak ngobrol, si anak kerap diam.

Nah bagaimana ini sebaiknya? Hal-hal apa saja yang sebaiknya orang tua tinggalkan agar si anak nggak menjadi pribadi yang apatis? Simak ulasan singkat dari Hipwee ini:

1. Anak adalah peniru yang baik. Jika orang tua terlalu sibuk dengan ponsel, si anak kemungkinan akan meniru

Anak adalah peniru yang baik via www.alamy.com

Ponsel adalah perangkat bermata dua. Di satu sisi memberikan banyak manfaat dengan kemampuannya untuk berkomunikasi dan bekerja. Namun di sisi lain membuat penggunanya cenderung apatis dan terpaku melulu dengan benda segi empat ini. Tak jarang mereka (orang tua) juga melakukan hal yang sama ketika berhadapan dengan ponsel. Sampai-sampai si anak merasa terabaikan, dan kemudian meniru perilaku orang tuanya. Jadi, kalau anak lama-lama gemar dan nempel ketergantungan dengan ponsel, penyebab awalnya siapa buebu?

2. Anak usia dini membutuhkan sentuhan kasih sayang dari orang tua. Jika mereka jarang dipeluk, yakin nggak akan mencari ‘pelukan’ dari orang lain?

Pelukan orang tua via yrccs.ca

Semakin bertambahnya usia anak, biasanya orang tua mulai kehilangan kebiasaan memberikan sentuhan pelukan dengan si anak. Memang sih, nggak semua orang tua begitu. Ada pula yang masih memberikan kebiasaan cium tangan dan pamit sebelum berangkat. Tapi tahukah buebu, bahwa tiada hal yang dapat menggantikan pelukan yang mesra dan hangat dari orang tua? Bayangkan kalau kebutuhan sentuhan ini nggak dipenuhi oleh orang tuanya sendiri, bisa jadi si anak jadi ‘kurang’ sentuhan dan malah akan mencari dari orang lain. Bahaya kan?

3. Memberikan fasilitas gadget pada anak sebelum waktunya juga berpeluang menjadikan mereka pribadi yang bergantung pada ponsel

Gawai yang terlalu dini via hellobacsi.com

Gadget idealnya diberikan pada anak setelah anak paham betul konsekuensi dan penalarannya sudah matang. Akan lebih baik lagi kalau budaya baca anak sudah bagus, sehingga kegunaan ponsel bagi anak dapat berguna sebagai media komunikasi dan sarana kreativitas. Namun hati-hati, kreativitas yang dilakukan dalam ponsel bukanlah tolok ukur dari kreativitas alamiah manusia. Kalau sudah kecanduan dan bikin anak jadi apatis, apakah masih mau memberikan ponsel/gadget smartphone pada anak terlalu dini?

4. Terlalu sering komunikasi satu arah tanpa mendengarkan maunya si anak. Ingat, mereka bukan robot yang asal melakukan perintah

Ajak ngobrol via hecticparents.com

Ini nih, yang sering dilakukan oleh orang tua. Berkomunikasi satu arah seperti menyuruh, memerintah, memarahi, dan me-me yang lain tanpa memberikan peluang ngomong bagi anak dapat berakibat buruk bagi anak. Anak tentunya ingin didengarkan juga oleh orang tua. Jangan karena merasa sudah jadi orang tua lantas bebas menyuruh anak sesuka hati. Justru karena mereka itu manusia dan punya hak untuk bicara dan mengutarakan pendapat, hindari melakukan komunikasi satu arah dengan mereka ya, buebu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *